MEDIA DAKWAH
Toko Buku
I. SEJARAH
Berawal dari kegigihan untuk merealisasikan gagasan da’wah dalam memasyarakatkan usaha-usaha amar ma’ruf dan nahi munkar. Kata-kata, khutbah dan da’wah yang disampaikan di atas mimbar memiliki keterbatasan ruang dan waktu. Sementara lapangan da’wah sangat luas, tak terkecuali jumlah tempat yang harus dijangkau oleh para da’i. Begitupun usia para da’i dalam menyampaikan khutbah dan da’wah ada batasnya.
Pada tahun 1967 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DEWAN DA’WAH) berdiri dan langsung merintis sebuah penerbitan dengan menerbitkan brosur yang dicetak dalam bentuk stensil. Bahan-bahannya berasal dari salinan kuliah subuh, tulisan dan terjemahan artikel serta buku, antara lain: M. Natsir, Hamka, Prof. Dr. Rasyidi, Prof. Osman Ralibi, Zainal Abidin Ahmad, M. Yunan Nasution, dan Datuk Palimokayo.
Kemudian stensilan itu berkembang menjadi buku yang dicetak, lalu disebarluaskan dengan cara dibagi-bagikan sebagai hadiah kepada jama’ah, da’i, khatib, donatur DEWAN DA’WAH melalui paket ramadhan, lembaga-lembaga da’wah, dan para pengurus masjid, kampus di berbagai perguruan tinggi. Misi da’wah melalui buku hingga saat ini terus dan tetap dijalankan.
Seiring dengan daya jangkau yang bertambah luas dan jumlah cetakan yang semakin meningkat, keperluan akan adanya dana tetap semakin terasa. Maka diperlukan sebuah usaha yang memungkinkan dana penerbitan itu berputar untuk dapat mencetak buku kembali. Pada tahun 1972 sampai 1981 dirintislah sebuah toku buku dengan nama Toko Buku Hudaya, yang berfungsi menerbitkan buku da’wah dan pendidikan. Namun Toko Buku Hudaya tidak dapat melanjutkan kegiatannya.
Dalam perkembangannya, pada 1981 DEWAN DA’WAH melalui beberapa orang pengurusnya mendirikan Yayasan Media Da’wah (YMD) dengan akte notaris No. 61 tertanggal 18 Agustus 1981, dengan M. Natsir sebagai pembinanya. YMD didirikan untuk menerbitkan tulisan para penulis muslim, sekaligus memasarkan buku-buku Media Da’wah, yang memiliki konsentrasi pada bidang penerbitan dan toko buku dengan nama: “Penerbit dan Toko Buku Media Da’wah”. Selain itu keberadaan YMD juga untuk berhubungan dengan lembaga-lembaga formal, seperti bank, kantor pajak, kantor pos dan Ikapi.
Untuk mengukuhkan keberadaannya sebagai penerbit, Penerbit Media Da’wah ikut aktif menjadi anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan tanda anggota nomor 074/DKI/88. Situasi politik pada masa itu pun mendorong didirikannya sebuah badan usaha dengan bentuk yayasan.
Sejak tahun 1982 Penerbit dan Toko Buku Media Da’wah (MD) secara kontinu menerbitkan buku-buku yang diperlukan oleh sebagian besar umat, yaitu mereka yang memelurkan tuntunan agama dan da’wah secara praktis. Pangsa pasar ini merupakan golongan yang cukup besar, sesuai dengan kondisi mayoritas umat Islam di Indonesia.
Pada tahun 2000 Pengurus DEWAN DA’WAH mendirikan PT Hudaya Media Da’wah (HMD) untuk mengantisipasi perkembangan usaha dan tuntutan dunia usaha dari yayasan menjadi perseroan terbatas. PT. Hudaya Media Dakwah adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian persero tanggal 17 Januari 2000 yang dibuat di hadapan notaris di Jakarta dan telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI tanggal 22 Agustus 2008 No 68, beserta perubahan-perubahannya, berkedudukan di Jakarta, berkantor di Komplek Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat 10450.
II. VISI
Mencerdaskan umat dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ajaran
Islam melalui buku-buku yang diterbitkan/dipasarkan dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar
III. MISI
1. Menjadikan usaha perbukuan yang menjadi kebanggaan umat
2. Menjadi pusat perbukuan Islam di Asia Tenggara
3. Menjadikan usaha yang dapat memberikan kontribusi bagi dunia dakwah
IV. KEDUDUKAN/LOKASI
Toko Buku Media Da’wah beralamat di Komplek DEWAN DA’WAH Lt. Dasar Jl. Kramat Raya 45, Jakarta Pusat 10450. Telp. 62 (21) 3190 1662, 390 6995, 315 3928, Faks. 62 (21) 390 6995. TB. MD sendiri telah merangkap sebagai distributor dari berbagai penerbit dalam dan luar negeri, di antaranya sebagai perwakilan pemasaran buku-buku terbitan Singapura dan Malaysia.
V. KEGIATAN USAHA
Di bidang pemasaran, melaui Toko Buku Media Da’wah yang sekaligus sebagai distributor memungkinkan memiliki daya jangkau yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, terutama di ASEAN, seperti: Kuala Lumpur, Singapura, Brunai Darussalam, dll.
Perluasan jaringan pemasaran selalu ditingkatkan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan buku-buku yang dipasarkan oleh toko buku MEDIA DA’WAH, baik partai besar (grosir) maupun eceran. Selain grosir di dalam negeri, juga terdapat grosir di negara ASEAN, melalui Forum Komunikasi Penerbit Serantau (FOKEPS), terutama di Malaysia dan Singapura. Pemasaran melalui toko buku, terutama toko-toko buku yang besar di wilayah Nusantara, seperti Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Walisongo, dan lain-lain. Sampai sekarang tidak kurang dari 40 toko buku yang menjadi rekanan toko buku Media Da’wah.
Meningkatkan penjualan langsung dengan cara membuka counter-counter, antara lain:
- Di tempat-tempat strategis, seperti di masjid-masjid, kampus-kampus, kantor pos, dan gedung-gedung perkantoran (yang terus berjalan di Plaza Mandiri, bekerjasama dengan Badan Pembinaan Kerohanian Islam (BAPEKIS) Bank Mandiri).
- Ikut serta aktif dalam pameran bertaraf nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi, seperti IKAPI, dan bazar buku di kampus-kampus maupun organisasi kemasyarakatan.
Selain itu, setiap menyambut Ramadhan, ada program yang telah dirintis sejak Penerbit dan Toko Buku Media Da’wah berdiri, yaitu menyiapkan Paket Ramadhan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DEWAN DA’WAH), berupa paket buku rata-rata sebanyak 250-600 paket, terbagi dalam minimal enam judul buku. Paket Ramadhan ini dikirimkan kepada para donatur DEWAN DA’WAH yang dilakukan sejak tahun 1982 dan alhamdulillah mendapat tanggapan positif dari para dermawan. Dana atau sumbangan langsung diterima oleh Bendahara/kasir DEWAN DA’WAH dari para donatur/dermawan.
Kini toko buku Media Dakwah telah menempati lokasi yang cukup ideal, lantai dasar Masjid Al-Furqan yang sebelumnya merupakan kantor pusat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Dengan berada di lantai dasar diharapkan lebih memudahkan jamaah dan para pengunjung untuk menjangkaun/mendatanginya, termasuk sistem penjualannya, melayani penjualan eceran dan grosiran—partai besar.
Koleksi TBMD sesuai dengan perkembangan buku-buku Islam saat ini. Berbagai buku dari para penerbit dapat diperoleh dan tentunya dengan harga diskon—potongan harga. Sesuai dengan misi Dewan Dakwah, buku-buku yang ada di TBMD menyajikan buku-buku harakah, sejarah Islam, Aqidah, Fiqh/Ibadah, buku-buku keluarga/wanita, Al-Qur’an dan Tafsir, Anak & remaja, Fiksi (Novel) dan non fiksi, dan kitab-kitab berbahasa Arab, juga berbagai majalah.
|